Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Monday, May 25, 2009

Perawatan Perkutut di Musim Hujan

Perawatan Perkutut di Musim Hujan
Kini kita telah memasuki musim hujan, cuaca yang buruk dimana sewaktu-waktu udara panas langsung berubah menjadi dingin karena hujan membuat tubuh mahluk hidup menjadi rentan penyakit. Untuk itu perkutut kesayangan di rumah pun harus diberikan perawatan extra, terutama yang usianya di bawah setahun.

Jika sangkar perkutut di malam hari kita gantung di teras rumah (di luar rumah), maka sebaiknya sangkar tersebut kita tutup dengan kerondong, jika kita tidak memiliki kerondong maka bisa kita gunakan kaos bekas ataupun baju bekas yang kita modifikasi sehingga cocok untuk dipakai sebagai kerondong sangkar.

Makanan dan minuman harus pula disesuaikan. Berikan ketan hitam tumbuk pada tempat makan terpisah dengan jumlah yang cukup. Air minum pun perlu diberi tambahan vitamin 2-3 hari sekali.

Pemberian vitamin pada air minum harus mengikuti aturan yaitu sebelum 24 jam air minum yang diberi vitamin harus diganti dengan air yang baru.

Kebersihan sangkar juga diperlukan untuk menghindari bibit penyakit yang mungkin timbul karena dengan keadaan sangkar yang kotor dan udara yang lembab serta daya tahan tubuh perkutut menyebabkan bakteri mudah berkembang dan menyebabkan perkutut menjadi sakit.

Untuk menjaga kondisi fit perkutut, dapat pula diberikan makan ati bawang merah. Caranya potong bawang merah, ambil bagian dalam yang kecil dan dipotong sebesar kacang hijau, bagian lainnya dihancurkan dan digosokkan pada telapak tangan supaya perkutut merasa hangat ketika kita memegangnya. Potongan ati bawang merah tersebut diberikan dengan cara dicekokkan pada perkutut.

Okto SP

Air sehat untuk perkutut

Air Sehat untuk Perkutut
Air merupakan kebutuhan esensial mahluk hidup, begitu pula bagi kesehatan dan kesegaran seekor perkutut. Mengenai air yang terbaik bagi perkutut ada beberapa versi yang diyakini merupakan air sehat yang terbaik bagi perkutut.

Air Sumur
Pencinta perkutut yang mengunakan air sumur sebagai air untuk perkutut piaraanya, memiliki kendala terutama mengenai masalah kebersihan airnya dan kandungan mineral atau zat tertentu yang terdapat di dalam air sumur yang mungkin saja tidak baik bagi tubuh seekor perkutut.

Air PAM
Air PAM jika diberikan kepada perkutut juga memiliki kendala yaitu kandungan chloride yang banyak terdapat dalam air PAM tidak baik bagi pencernaan perkutut.

Air Matang
Sebagian besar pencinta perkutut memberikan air matang sebagai minuman yang paling baik untuk perkututnya, karena dianggap dengan dimasaknya air, maka semua kuman penyakit akan mati.
Anggap ini tidak salah, tetapi ada beberapa keraguan mengenai "kemanjaan" dari sang majikan ini akan membuat daya tahan tubuh si perkutut lemah jika nantinya terminum air yang belum dimasak, misalnya air hujan.

Air minum yang disarankan :
Dari kendala yang dihadapi jika memberikan air sebagai minuman bagi perkutut, dapat kita simpulkan bahwa air yang baik digunakan adalah :
1. Air matang terutama jika airnya diambil dari sumur
2. Air PAM yang telah diendapkan sebelumnya selama seminggu.

Selain itu disarankan pula untuk menganti air sekaligus membersihkan wadah minum setiap 3 hari atau paling lama seminggu sekali.

Jika ingin lebih baik lagi, setiap hari Sabtu pagi, air minum ditambahkan vitamin burung seperti Vitavit dan pada sore harinya air vitamin tersebut diganti lagi dengan air minum biasa.

Okto SP

Matematika Perkutut

Matematika Perkutut
Dalam beternak perkutut tentunya kita mempunyai tujuan hasil yang ingin dicapai. Dalam menentukan target harus berdasarkan pada modal yang kita miliki yaitu kualitas indukannya. Dari hasil pantauan lebih dari 50 pasangan perkutut dari farm sendiri dan bird farm kawan-kawan, didapatkan kenyataan bahwa hasil yang didapatkan 95 % diturunkan dari kedua induknya (bukan dari darah, kakek/nenek ataupun paman tetapi dari kualitas individu), hal ini sesuai dengan metode yang dipakai oleh breeders berbagai macam hewan maupun ternak di dunia yang menganut metode pemilihan indukan berkualitas (individual selection) dan bukan family selection atau blood line selection.

Metode ini mempunyai tingkat kemelesetan yang jauh lebih rendah dibandingkan metode family dan blood line selection.

Selain indukan yang berkualitas, juga diperlukan crossing yang tepat yaitu pemilihan indukan yang jantan dan betinanya memiliki suara yang cocok, yang mempunyai kombinasi yang baik yang mungkin diturunkan kepada anak-anaknya.

Setelah memenuhi kriteria kualitas individu yang baik / memiliki kelebihan (tentunya disesuaikan dengan keuangan) dan crossing yang tepat maka berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian, kemungkinan kualitas anak dapat dihitung seperti di bawah ini :
 Dalam penilaian mutu suara dikenal 5 kategori yaitu mutu untuk suara depan, tengah, belakang, latar dan irama yang masing-masing nilai maksimal adalah 9, total 45. Untuk memudahkan ilustrasi perhitungan kemungkinan, kita anggap penilaian dalam angka 5 s/d 9.
Rumus yang didapat :
Mutu suara anak telur 1 + suara seteluran-nya = Mutu suara jantan + Betina
Mutu suara anak telur 2 + suara seteluran-nya = Mutu suara jantan + Betina
 Dalam setiap kali bertelur, seekor induk betina bertelur 2 butir.

Dalam perhitungan, misalnya :
Kualitas Induk Jantan 7,5
Kualitas Induk Betina 8,1
Maka hasil yang didapat pada umumnya :
Piyik dari Telur I Piyik dari telur II Total
Tetasan pertama : 7.6 8.0 15.6
Tetasan ke dua : 7.8 7.8 15.6
Tetasan ke tiga : 8.3 7.3 15.6
Tetasan berikutnya : 7.2 s/d 8.4 7.2 s/d 8.4 15.6

Dari simulasi berdasarkan rumus yang didapat berdasarkan pengamatan, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Kualitas indukan menentukan kualitas piyik yang dihasilkan.
2. Hasil piyik bisa bervariasi, dengan mutu di atas atau dibawah mutu indukkan. Tetapi perbedaan di atas atau dibawah mutu indukan mempunyai batas tertentu.
3. Dengan crossing yang benar, maka didapat piyik yang kualitasnya lebih baik dan lebih rendah dari suara indukan, sehingga piyik yang kualitasnya lebih baik dari indukan bisa dipakai sebagai indukan yang bisa menghasilkan piyik yang lebih baik.

Kemungkinan Kombinasi mutu pada anak tersebut dapat diuraikan sbb :
1. Mirip induk jantan atau betinanya.
2. Mewarisi kekurangan induk jantan dan kelebihan betina atau sebaliknya
3. Mewarisi kelebihan induk jantan dan betina.
4. Mewarisi kekurangan induk jantan dan betina.

Kemungkinan variasi ini sesuai dengan hukum Mendel. Dan kemungkinan mana yang paling mungkin muncul banyak tergantung dari berbagai faktor baik yang internal maupun eksternal:
1. Pengaruh kekuatan gen, sangat menentukan munculnya mutu induk yang memiliki gen dominan (kuat) terhadap induknya yang memiliki gen resesif (lemah)
2. Faktor eksternal yang mempengaruhi, misalnya gizi makanan, kebersihan dan sinar matahari. Pada perkutut dewasa, pengaruh perawatan yang buruk termasuk gizi makanan, sinar matahari dan kebersihan dapat menyebabkan perubahan mutu suara misalnya menurunnya tingkat kestabilan suara atau menurunnya step dari double menjadi sari atau bahkan dari double menjadi engkel. Disebabkan faktor eksternal tersebut dapat menyebabkan perubahan dan penurunan pada perkutut dewasa maka faktor eksternal tersebut dapat pula mempengaruhi mutu piyikan yang dihasilkan.

Okto SP

Info Umum Perkutut

Info Umum Perkutut

Perkutut dalam bahasa latinnya disebut Geopelia Striata dan masih berkerabat dekat dengan perkutut besar (geopelia humeralis) dan perkutut tutul (geopelia cuneata, yang sering disebut perkutut afrika) yang banyak hidup di Australia.

Perkutut termasuk bangsa merpati-merpatian (Columbidae) yang terdiri dari 10 kelompok antara lain : Punai, Katik, Pergam, Ucal, Junai, Mabruk, Delimukan, merpati (dara), Tekukur dan Perkutut.

Bangsa merpati-merpatian mempunyai ciri-ciri umum seperti:

  • Hidup berpasangan dan bertelur dua.
  • Mempunyai tembolok (pemakan biji-bijian).
  • Mempunyai alat yang dapat menutup hidung, sehingga tidak perlu mengangkat kepalanya pada saat minum.
  • Burung jantan bertubuh dan bersuara lebih besar serta menyanyi / berbunyi (bukan berkicau) untuk memikat betina.
  • Suara nyanyian yang dihasilkan berasal dari selaput suara (syrinx) yang terletak pada bagian belakang tenggorokan yang berhubungan dengan paru-paru, yang tampak mengembung pada saat berbunyi.


Perkutut di Alam Bebas
Di alam bebas, perkutut umumnya hidup secara berkelompok dengan lingkungan yang mempunyai rerumputan, daerah bukit berbatu dan ditempat dataran rendah maupun tinggi yang banyak ditumbuhi rerumputan. Hal ini disebabkan karena makanan perkutut berupa biji-bijian yang berasal dari rerumputan seperti millet, jewawut, gabah kecil, dan lain-lain.

Sebagai contoh, perkutut mudah sekali ditemukan di daerah desa Pecatu di bukit Jimbaran daerah kampus Universitas Udayana, Bali yang berupa bukit berbatuan dengan banyak ditumbuhi tumbuhan jenis rerumputan. Perkutut di daerah ini terkenal akan kristal suaranya yang bagus dan jernih (kering), hal ini mungkin disebabkan air yang diminumnya banyak mengandung kapur karena daerah ini merupakan bukit kapur.

Jenis -Jenis Perkutut
Pada masa sekarang ini, perkutut belang (Geopelia Striata) secara populer hanya dibedakan atas 2 (dua) jenis yaitu perkutut lokal dan perkutut bangkok. Padahal sebenarnya perkutut terbagi atas 7 (tujuh) sub-jenis yang dibedakan atas daerah asal dan mempunyai variasi letak warna bulu yang berbeda dengan ukuran tubuh yang relatif sama. yaitu :
1. Geopelia Striata (G.S) Striata, yaitu perkutut belang asli yaitu perkutut lokal dan bangkok yang umum dipelihara. Berasal dari Jawa, Bali, Lombok dan Sumatera.
2. G.S. Maungeus, yaitu perkutut belang yang sering disebut perkutut Sumba dan berasal dari Sumba, Sumbawa dan Pulau Timor.
3. G.S. Audacis, perkutut belang yang berasal dari kepulauan Kei dan Tanimbar.
4. G.S. Papua, yaitu perkutut belang yang berasal dari Papua (Irian Jaya dan Papua Nugini)
5. G.S. Placida, yaitu perkutut belang yang berasal dari Papua dan Australia Utara.
6. G.S. Tranquila, yaitu perkutut belang yang terdapat di Australia Tengah.
7. G. S. Clelaudi, yaitu perkutut belang yang terdapat di Australia Barat.

Semua jenis perkutut belang di atas umumnya disebut sebagai perkutut lokal, sedangkan yang dimaksud perkutut Bangkok (Thailand) adalah perkutut belang (G.S. Striata) yang juga berasal dari Indonesia tepatnya di Pulau Jawa. Dan sudah mulai diternakkan di Thailand sejak  50 tahun yang lalu. Secara fisik perkutut lokal dan bangkok hampir sama. Secara fisik hanya dapat dibedakan oleh orang yang sudah biasa melihatnya, yaitu dengan melihat matanya di mana mata perkutut lokal mempunyai lingkaran mata warna putih lebih besar daripada mata perkutut bangkok.

Cara yang paling mudah adalah dengan mendengarkan suaranya. Perkutut lokal mempunyai suara yang ringan dan datar serta tempo iramanya cepat, sedangkan suara perkutut bangkok lebih besar (nge-bass).

Perkutut lokal terutama yang merupakan tangkapan dari alam, makin hari makin berkurang peminatnya selain oleh karena mutu suaranya yang kurang baik juga disebabkan bakalan (anak/remaja) perkutut lokal untuk menjadi rajin manggung memerlukan waktu antara 2 hingga 4 tahun, sedangkan perkutut bangkok usia 7 bulan sudah bocor jika perawatan, makanan dan keturunannya cukup baik.

Perkutut Jantan dan Betina
Kelamin perkutut dapat dibedakan dengan cara meraba supit (tulang bagian perut bawah dekat dubur). Kalau supitnya dekat sekali, keras dan hampir rapat umumnya berkelamin jantan, sedangkan kalau renggang dan lunak umumnya berkelamin betina.

Perkembangbiakan
Perkutut berkembangbiak dengan bertelur sebanyak 2 (dua) butir setiap kalinya dengan jarak antara telur yang pertama dengan yang kedua selama satu hari. Perkutut di alam bebas bertelur sebanyak 2 hingga 3 kali dalam setahun. Sedangkan Perkutut yang telah diternakkan dapat bertelur hingga 6 kali dalam setahun, dan jika mengunakan metode menitipkan telurnya untuk dieramkan dan dirawat burung lain seperti tekukur atau puter, maka sepasang perkutut dapat bertelur hingga 3 kali dalam sebulan yang berarti 36 kali bertelur dalam setahun.

Perkutut yang diternakkan dapat lebih banyak kali bertelur dibandingkan perkutut yang hidup di alam bebas disebabkan oleh karena perawatan dan makanan yang cukup dan bergizi. Tetapi hasil anakan dari perkutut yang terlalu banyak kali bertelur (dengan metode penitipan) akan menurun kwalitasnya. Itu sebabnya peternak yang baik akan membatasi jumlah perkututnya bertelur dalam setahun maksimal 6 kali dengan memberikan makanan yang bergizi lengkap supaya telur yang akan menetas nantinya akan menjadi perkutut yang berkwalitas baik.

di sunting dari : perkututmall.tripod.com